Inna Ma’al ‘Usri Yusra

Inna Ma’al ‘Usri Yusra (Sesungguhnya Setelah Kesulitan Itu Ada Kemudahan)


Beberapa tahun yang lalu, saat ujian-ujian yang hebat menerpa saya, saya mengambil sebuah pelajaran yang sangat besar. UAS sistem digital mungkin ujian paling buruk dalam sejarah hidup saya. Baru pertama kali, saya ujian dengan keadaan bengong. bingung bagaimana mengerjakannya. Stress pun melanda. Saya hanya bisa benar-benar nyaman setelah mengadu kepada-Nya. Padahal, besoknya juga masih ada ujian yang membuat saya sama sekali tidak belajar larut dalam kestressan.

Besoknya, kira-kira pukul 8 pagi, saya baru membuka buku, belajar sedikit. Padahal ujian dimulai pukul 9 pagi tepat satu jam sebelum saya baru mulai belajar. Saat itu saya sudah pasrah. Mungkin saya hanya bisa mengadalkan otak saya yang masih miskin ilmu. Sejam kemudian, ujian pun dimulai.

Saya tercengang melihat soalnya. Bukan karena bengong tidak tahu cara menjawabnya seperti ujian sebelumnya. 4 dari 5 soal ujian tersebut tepat persis pada materi yang saya baca dalam rentang waktu setengah jam sebelumnya. Saya berpikir apa saya beruntung saja, nikmat dari Allah berikan? tapi tiba-tiba saya berpikir. Hari ini jauh berbeda dari hari kemarin. Hari dimana saya benar-benar stres dengan yang namanya ujian. Allah telah memberikan kemudahan kepada saya setelah kemarin saya dilanda masalah besar.

Sesungguhnya setelah lapar ada kenyang, sesudah dahaga ada kesejukan, setelah begadang ada waktu tidur, setelah sakit ada sembuh, pasti yang sesat akan menemukan jalannya, yang telah melalui kegelapan ada secercah cahaya terang benderang.

Lihatlah para petualang di sebuah gua yang gelap, setelah berjalan kesana kemari melihat setitik lobang cahaya. Karena apa? Karena Allah berfirman :” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau keputusan kepada kita dari sisiNya. Kata ‘Asa (mudah-mudahan), dalam kamus Allah itu merupakan suatu kepastian, bukan seperti mudah-mudahan dalam bahasa lisan makhluk, yang tak pasti.

Beri kabar gembiralah bagi malam yang gelap, bahwa esok lusa akan ada fajar dari puncak gunung, dan celah-celah lembah, berihkabar gembiralah bagi mereka yang dalam keadaan gelisah, goncang, bahwa dalam lamhatilbashar menurut pandangan Allah, akan ada kegembiraan, ada kelembutan tersembunyi dibalik penderitaan itu.

Apabila kita melihat dan berjalan ditengah padang pasir nan tandus itu, kita berjalan lagi, masih juga padang pasir, berjalan terus, sampai suatu saat kelak kita akan menemukan dedaunan hijau, perkampungan hijau, ada kehidupan disana.Semua itu kerana apa? Karena setiap ada muara ada hulunya atau sebaliknya. Ada ujung ada pangkalnya, ada kesulitan pasti setelah itu ada kemudahan.

Bila kita melihat tali itu kuat dan sambung menyambung , lihatlah suatu saat pasti akan ada terputus juga, dibalik kemelaratan, pasti ada kebahagiaan, didalam ketakutan, akan disertai rasa aman, dalam kegoncangan, setelah itu pasti angin itupun tenang kembali. Ombak menderu-deru, tidak selamanya ia berhembus terus, pasti ada masa tenangnya. Karena apa? Karena Allah sudah berfirman :” Tuulijullaila finnahaari..watuulijunnahaara fillaili “( Allah menggantikan malam kepada siang,siang diganti malam).Masa regenerasi dan pergantian itu pasti ada.

Jadikanlah jeruk nipis itu menjadi manis !!

Orang yang cerdas, lagi pintar, akan merubah kerugian-kerugiannya kepada keberuntungan-keberuntung an. Sementara orang yang bodoh lagi selalu dalam keadaan bingung, akan menambah musibah menjadi dua musibah,.bahkan musibah bertingkat-tingkat.

Lihatlah betapa Rasulullah SAW diusir dari kampong kelahirannya Mekkah. Apakah beliau bersikap pessimis dan patah semangat? Tidak bukan? Beliau hijrah ke Medinah dan mencari penghidupan baru disana, berkarya, bekerja dan berdakwah, sehingga jadilah beliau maju dan dapat membangun Medinah menjadi manusia-manusia bertaqwa, setelah mapan beliau baru kembali membangun asal negerinya yang beliau pernah diusir itu. Bayangkan,..seorang yang ummi, tak tahu baca dan tulis , diusir dari kampung halamannya sendiri, dan oleh bangsanya sendiri, dapat merubah masyarakat dari lembah kejahiliahan, menjadi insan yang tahu ilmu, tahu nilai-nilai akhlak yang luhur, dan maju dalam perekonomian. Dikenal dan dikenang dalam sejarah turun temurun.

Imam Ahmad bin Hanbal dipenjarakan, dicambuk, apa yang terjadi pada beliau setelah itu? Beliau jadi Imam ahli Sunnah. Imam Ibnu Tayyimiyah keluar dalam tahanannya penuh dengan ilmu yang berlimpah ruah. Mengarang 20 jilid buku fiqh. Ibnu Katsir Ibnu jauzi di Baghdad Dan Imam Malik bin raib di timpa musibah yang hampir mematikan beliau, dengan penderitaannya itu beliau telah menulis qasidah yang benar-benar membuat orang terpukau,sya’ir-sya’ir beliau yang membuat orang membacanya terperangah dapat mengalahkan penyair-penyair Abbasiyyah yang terkenal
itu.

Apabila seseorang menimpakan kepadamu kemudharatan, dan apabila kamu ditimpa musibah,.maka lihat lah dari sisi lainnya. Bila kamu melihat kegelapan, carilah titik terangnya. Apabila kamu disuguhkan seseorang secangkir jeruk nipis yang asam, maka tambahkanlah gula didalamnya biar terasa manis.

Apabila seseorang memberikan serigala yang galak kepadamu, maka ambillah kulitnya yang berharga, tinggalkan yang tak berharga. Apabila kamu diserang dan digigit kalajengking, maka ambillah obat antibiotik dari binatang itu juga, karena didalamnya juga ada racun hidup yang dapat mematikan kuman.

Jadikanlah Ac pendingin didalam tubuhmu yang keras, dan panas itu sebagai penyeimbangnya. Agar keluar dari dalam tubuh kita bunga yang harum semerbak wanginya . Bila kamu benci akan sikap seseorang, jangan jauhi ia, ambil dan lihat sisi baik darinya. Semua ini karena apa..? Karena Allah berfirman : ” ‘Asaa antakrahuu syaiaan,wahuwa khairullakum “. Bisa jadi sesuatu yang kamu benci itu,malah disebalik itu ia baik untukmu. Begitupun sebaliknya,.” Bisa jadi suatu yang sangat kamu cintai, ia tak baik dan menjadi mudharat untukmu juga “.

Masyarakat Prancis selalu berada dalam penjara sebelum terjadi revolusi. Ada yang hidup dalam optimis, ada yang pessimis. Adapun yang Optimis maka ia akan selalu melihat pandangan ke atas langit , kepada bintang, sementara yang pessimis selalu melihat tanah dijalanan, selalu menangis. Tak bergerak, tak ada daya dan upaya menuju kemajuan.

sumber

0 comments:

Post a Comment

Silakan mengomentari blog galang

 
Galang Sahtiyanza © 2013 Design by Omdgalz